Showing posts with label Buku. Show all posts
Showing posts with label Buku. Show all posts

Friday, January 6, 2012

DK Handbooks: Gemstones By Cally Hall

Over 130 gemstones are depicted with description, occurrence, composition, crystal structure, luster, and other details.

Review By  William L. Gilstrap
I have been interested in amateur gemstones since 1962 and this is the best introductory book I've ever seen about the subject. It's full of outstanding pictures that illustrate just about everything most beginners might want to know. It starts with an excellent and concise section on general gem lore, gem properties, and gem handling. Then it has the best color key to gems that I've seen. This key makes it easy to find the information about a given gemstone without using the index. If one prefers, there is a good index too. After the Color Key, there are pages about specific stones with a description, where they are found and remarks. All standard gem properties are shown, with excellent pictures to illustrate the color, crystal shape, cleavage, uses, etc. All in all, this is the introduction to gemstones to judge others by. It's also useful for more advanced "rockhounds" as a reference and field guide. The binding is quite durable and should stand up to a lot of travel. I wish this book had been available 40 years ago. 

Review By Judith Miller
A PICTURE IS WORTH A THOUSAND WORDS AND THIS BOOK HAS TERRIFIC PICTURES AND VERY CLEAR AND CONCISE DESCRIPTIONS. EVERYTHING THAT I WANT TO KNOW ABOUT THE SUBJECT IS ANSWERED IN THIS BOOK. THERE'S A VISUAL GUIDE TO OVER 130 GEMSTONE VARIETIES AND A COLOR KEY FOR EVERY GEMSTONE. THERE ARE SO MANY INTERESTING BITS OF INFORMATION HERE THAT THE READER GETS A COURSE IN HISTORY, GEOGRAPHY, SCIENCE AND FOLKLORE. FOR INSTANCE, THE CUSTOM OF WEARING BIRTHSTONE JEWELRY STARTED IN 18TH CENTURY POLAND; THE MASK OF TUTANKHAMEN WAS MADE OF LAPIS FROM AFGHANISTAN AND THE BEAUTIFUL PINK MORGANITE WAS NAMED AFTER J.P. MORGAN. THIS IS A SUPER REFERENCE BOOK! 

Comment By Linda Brooks
Very good reference book to gems, stones and bones used in jewelry and ornamentations. The hardness scale guide, is inserted right there with the stones ID. (No page flipping) I like the color guide section too. Excellent photos and character trait explanations.

Smithsonian Handbooks : Rocks and Minerals By Chris Pellant

The Smithsonian Handbook of Rocks and Minerals combines 600 vivid full--color photos with descriptions of more than 500 specimens. This authoritative and systematic photographic approach, with words never separated from pictures, marks a new generation of identification guides. Each entry combines a precise description with annotated photographs to highlight the chief characteristics of the rock or mineral and distinguishing features. Color--coded bands provide a clear, at--a--glance facts for quick reference. In addition, each mineral entry features an illustration showing the crystal system to which the mineral belongs. Designed for beginners and experienced collectors alike, the Smithsonian Handbook of Rocks and Minerals explains what rocks or minerals are, how they are classified, and how to start a collection. To help in the initial stages of rock identification, a clear visual key illustrates the differences between igneous, metamorphic and sedimentary rocks, then guides the reader to the correct rock entry. A concise glossary provides instant understanding of technical and scientific terms.

Review By Donald Mitchell
When I took Geology in college, I loved the course. I only had one problem. It was very difficult for me to identify rocks and minerals in the field. If I had had this pocket field guide, the course would have been a snap.
Now, I enjoy taking my children to study outcroppings, and this book will be a great addition to our investigations.
First, the photographs are stunning. In fact, any temptation I might have had to develop my own samples is set aside by having these wonderful images to use.
Second, the information is detailed and thorough. There is a lot about the crystalline structure of each mineral, the hardness, and many tests that are specific to that particular mineral. There is a very good section that describes how to apply the hardness tests (I always had trouble memorizing that area for some reason). There is plenty of good safety information for how to use the various acids that can be employed to identify minerals. Everything is nicely summarized so it is easy to find.
Third, all those subtle distinctions about various kinds of igneous, metamorphic, and sedimentary rocks that used to puzzle me are very clear here. Whew!
Fourth, the book has great directions for locating good spots to examine rocks.
Fifth, you also receive a wonderful description of the equipment you need, and ways to use it safely.
Whether you think you like rocks or not, you should give this book a try. It will open up a very interesting world full of ways to locate and identify interesting rocks and understand the stories they can tell. As a result, you will have immensely more understanding of the world around you.
I also suggest that you read up on plate mechanics as well, so that you understand more about how the landscape is formed before erosion takes over. The combined knowledge of these two areas will greatly add to your understanding and appreciation of evolution.
Get in touch with the physical world around you as foundation knowledge! 

Source : Amazon.com

Friday, September 30, 2011

Makna Haji, Dr Ali Syariati

Cover Buku Makna Haji (dwiki scan)PELAJARAN apa yang saya petik dari pengalaman menunaikan ibadah haji? Pertama-tama sebaiknya kita bertanya tentang apa arti haji. Pada hakikatnya, ibadah haji adalah evolusi manusia menuju Allah. Ibadah haji merupakan sebuah demonstrasi simbolis dan falsafah penciptaan Adam. Gambaran selanjutnya, pelaksanaan ibadah haji dapat dikatakan sebagai suatu pertunjukan banyak hal secara serempak. Ibadah haji adalah sebuah pertunjukan tentang ‘penciptaan’, ’sejarah’, ‘keesaan’, ‘ideologi Islam’, dan ‘ummah’.
Demikian ungkap cendekiawan muslim terkemuka Iran, DR Ali Syariati pada halaman pembukaan buku karyanya Hajj (The Pilgrimage) yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia oleh Penerbit Zahra menjadi Makna Haji.
Goresan pena Syariati pada pembukaan buku yang telah saya kutip di atas dilanjutkan dengan ilustrasi yang menarik. Kata Ali Syariati, “Allah (Tuhan) adalah sutradaranya. Tema yang dibawakan adalah perbuatan orang-orang yang terlibat, dan para tokoh utamanya meliputi Adam, Ibrahim, Hajar, dan setan. Lokasi pertunjukannya adalah Masjid al-Haram, daerah Haram, Nas’a, Arafah, padang Masy’ar dan Mina. Simbol-simbol yang penting adalah Ka’bah, Shafa, Marwah, siang, malam, matahari terbit, matahari terbenam, berhala dan upacara kurban. Pakaian dan make up-nya adalah ihram, halgh dan taqshir (mencukur sebagian rambut kepala). Yang terakhir dari peran-peran dalam ‘pertunjukan’ ini adalah hanya seseorang, yakni dirimu sendiri.”

Ditandaskan pula oleh Syariati bahwa tidak peduli apakah engkau seorang laki-laki atau perempuan, muda atau tua, kulit hitam atau kulit putih, engkau adalah aktor utama dalam pergelaran ini. Engkau berperan sebagai Adam, Ibrahim dan Hajar dalam konfrontasi antara ‘Allah dengan setan’. Konsekuensinya, engkau adalah pahlawan dari pertunjukan ini.

Tentang buku Hajj itu sendiri, Ali Syariati memang mengungkapkan bukan sebuah buku tentang ‘jurisprudensi religius’ melainkan sekedar risalah yang mengajak pembacanya untuk berpikir.
Haji dalam pemahaman Syariati merupakan kepulangan manusia kepada Allah SWT yang mutlak, yang tidak memiliki keterbatasan dan yang tidak dipadankan oleh sesuatu apapun. Kepulangan kepada Allah merupakan gerakan menuju kesempurnaan, kebaikan, keindahan, kekuatan, pengetahuan, nilai, dan fakta-fakta.
Dengan melakukan perjalanan menuju keabadian ini, tujuan manusia bukanlah untuk binasa, tetapi untuk berkembang. Tujuan ini bukan untuk Allah, tetapi untuk mendekatkan diri kita kepada-Nya. Makna-makna tersebut dipraktikkan dalam pelaksanaan ibadah haji, dalam acara-acara ritual, atau dalam tuntunan non ritualnya, dalam bentuk kewajiban atau larangan, nyata atau simbolik.
Semua itu, pada akhirnya, mengantarkan seorang haji hidup dengan pengamalan dan nilai kemanusiaan universal. Syariati mencontohkan, dalam konteks niat sambil menanggalkan pakaian biasa dan mengenakan pakaian ihram, haji memiliki makna yang lebih universal dengan nilai-nilai kemanusiaan.
Pakaian ihram, menurutnya, melambangkan pola, preferensi, status, dan perbedaan-perbedaan tertentu. “Tak dapat disangkal bahwa pakaian pada kenyataannya dan juga menurut Al-Quran berfungsi sebagai pembeda antara seseorang atau satu kelompok dengan lainnya,” tulis Syariati.
Menurutnya, pembedaan tersebut dapat mengantar kepada perbedaan status sosial, ekonomi atau profesi. Pakaian juga dapat memberi pengaruh psikologis pada pemakainya. Di Miqat, tempat ritual ibadah haji dimulai, perbedaan tersebut harus ditanggalkan. Semua harus memakai pakaian yang sama. Pengaruh-pengaruh psikologis dari pakaian harus ditanggalkan. Semua merasa dalam satu kesatuan dan persamaan.
Di Miqat ini, apapun ras dan suku harus dilepaskan. Semua pakaian yang dikenakan sehari-hari yang membedakan sebagai serigala (yang melambangkan kekejaman dan penindasan), tikus (yang melambangkan kelicikan), anjing (yang melambangkan tipu daya), atau domba (yang melambangkan penghambaan) harus ditinggalkan.

Di Miqat, dengan mengenakan dua helai pakaian berwarna putih-putih, sebagaimana yang akan membalut tubuh manusia ketika ia mengakhiri perjalanan hidup di dunia ini, seorang yang melaksanakan ibadah haji akan merasakan jiwanya dipengaruhi oleh pakaian ini. “Ia akan merasakan kelemahan dan keterbatasannya, serta pertanggungjawaban yang akan ditunaikannya kelak di hadapan Tuhan Yang Maha Kuasa,” tandas Syariati
Selanjutnya, Ka’bah yang dikunjungi di tengah-tengah Masjidil Haram, dalam pemahaman Syariati mengandung pelajaran yang amat berharga dari segi kemanusiaan. Di sana terdapat Hijr Ismail yang arti harfiahnya pangkuan Ismail.
Ali Syariati, melalui ketajaman analisanya, mengajak kita untuk menyelami makna haji. Menggiring kita ke dalam lorong-lorong haji yang penuh makna, bukan yang hampa tak bermakna. Diajaknya kita untuk memahami haji sebagi langkah maju “pembebasan diri”, bebas dari penghambaan kepada tuhan-tuhan palsu menuju penghambaan kepada Tuhan Yang Sejati.
Melalui uraiannya yang khas dan membangkitkan semangat, kita diberitahu siapa saja kepalsuan yang ternyata menjadi sahabat, kekasih dan pembela kita, yang harus kita waspadai dan kita bongkar topeng-topeng kemunafikannya.
Penulis buku ini hendak menunjukkan kepada kita bahwa haji bukanlah sekadar prosesi lahiriah formal belaka, melainkan sebuah momen revolusi lahir dan batin untuk mencapai kesejatian diri sebagi manusia. Dengan kata lain, orang yang sudah berhaji haruslah menjadi manusia yang “tampil beda” (lebih lurus hidupnya) dibanding sebelumnya. Dan ini adalah kemestian. Kalau tidak, sesungguhnya kita hanyalah wisatawan yang berlibur ke tanah suci di musim haji, tidak lebih!
Tidak kalah dahsyat pula, pandangan Ali Syariati mengenai pilar-pilar doktrin Islam dalam pengantar buku Hajj ini. Ia mengatakan, “Sejauh yang saya ketahui, dari sudut pandang praktis dan konseptual, pilar-pilar doktrin Islam terpenting yang memotivasi bangsa Muslim dan menjadikannya sadar, bebas, terhormat, dan bertanggungjawab secara sosial adalah: tauhid, jihad, dan haji.”
Sebuah buku menarik dan merangsang pikiran yang layak anda baca...
Resensi oleh :
Dwiki Setiyawan, Kompasianer pengagum Ali Syariati.
Sumber : http://agama.kompasiana.com

Monday, January 29, 2007

MASTER YOUR MIND DESIGN YOUR DESTINY


Alkisah ada seorang profesor yang ingin menyusuri sebuah sungai. Ia lalu memanggil seorang tukang perahu setempat yang mau dibayar untuk membawanya menyusuri sungai.
Ketika perahu sudah bergerak menyususri sungai, sang profesor ingin menunjukan kepandaian dan pendidikannya yang tinggi. Ia lalu mulai menguji si tukang perahu yang sederhana itu.
Sambil mengangkat sebuah batu yang diambilnya dari tepi sungai, sang profesor dengan arogan bertanya kepada tukang perahu, ”Apakah kamu pernah belajar Geologi?” Tukang perahu memandangnya dengan bengong dan menjawab, ”Eh.... tidak.” Jangankan mempelajarinya, arti kata itu pun ia tidak tahu.
”Menurutku kamu akan kehilangan 25 persen hidupmu!” kata sang profesor. Si tukang perahu merasa tidak nyaman atas hinaan tersebut tetapi ia terus mendayung.
Pada saat mereka semakin jauh menyusuri sungai, arus mulai semakin kuat dan kencang. Sang profesor mengambil selembar daun yang mengambang di sungai dan bertanya kepada tukang perahu, ”Tukang perahu, apakah kamu pernah belajar Botani?” Dengan bingung si tukang perahu miskin itu kembali menjawab, ”Tidak.”
Sang profesor mengeleng-gelengkan kepalanya dan berkata, ”Ck ck ck. Berarti kamu akan kehilangan 50 persen hidupmu.” Kemudian ia memberi tanda ke tukang perahu untuk terus mendayung. Ketika mereka terus menyusuri sungai, arusnya menjadi semakin besar, air bergerak lebih cepat, dan perahu mulai bergoyang.
Tiba-tiba sang profesor melihat deretan pegunungan. Sambil menuding ke deretan pegunungan itu, ia bertanya kepada tukang perahu, ”Apakah kamu tahu tentang Geografi?” Dengan perasaan rendah diri dan malu-malu, tukang perahu kembali berkata, ”Tidak.”
Sang profesor pun berkata, ”Sudah kuduga demikian. Berarti kamu akan kehilangan 75 persen hidupmu.”
Pada saat itu juga sungai menjadi bergolak kuat. Air sungai bergerak dengan liar sehingga tukang perahu tidak mampu mengendalikan perahunya. Dan tiba-tiba perahu yang sedang goyah itu membentur batu besar sehingga perahu bocor dan mulai tenggelam.
Saat itulah tukang perahu bertanya kepada sang profesor, ”Profesor! Apakah Anda dapat berenang?” Dengan ketakutan sang profesor menjawab, ”Tidak!”
”Berarti Anda akan kehilangan 100 persen hidup Anda!” kata si tukang perahu sambil melompat dan berenang menuju tepi sungai.
Seperti sungai tersebut, kita hidup di zaman yang berubah dengan cepat dan evolusioner. Apakah arus sungai kehidupan akan lebih kencang dan semakin tidak dapat ditebak? Anda pasti berani bertaruh! Ini baru sebuah permulaan.
Sesuatu yang dulu membutuhkan waktu satu dekade untuk berubah, sekarang ini akan terjadi hanya dalam beberapa bulan. Pikirkan ini: diperlukan 50 tahun untuk menemukan pita kaset untuk merekam. Kemudian diperlukan kurang dari sepuluh tahun untuk menemukan compact disk yang menggantikan pita kaset. Selanjutnya diperlukan waktu kurang dari lima tahun untuk menemukan mini disk. Sekarang diperlukan waktu kurang dari tiga tahun bagi MP3 untuk membuat semuanya itu menjadi kuno.
Bisnis jutaan dolar dapat bangkrut dalam semalam. Pada waktu yang sama, perusahaan kecil dapat menjadi pemimpin pasar dunia dalam waktu beberapa tahun saja. Begitu pula, seorang profesional dengan pengalaman bertahun-tahun dan nilai pasar yang tinggi dapat secara ekonomis tidak berjalan dalam waktu yang singkat. Mengapa?
Ekonomi yang baru sangatlah dinamis dan 80 persen yang Anda pelajari di sekolah akan menjadi kuno pada saat Anda lulus. Tiga puluh persen pekerjaan, perusahaan, produk, dan jasa yang ada saat ini, belum muncul satu dekade yang lalu.
Siapa yang pernah mendengar istilah chief information officer, website designer, technopreneurs, internet service providers, atau net nannies di tahun 1990-an? Begitu pula 50 persen pekerjaan yang ada saat ini, sepuluh tahun lagi tidak akan eksis seperti sekarang.
Pada kenyataannya, rata-rata orang akan melewati empat perubahan karier (bukan perubahan pekerjaan) sepanjang hidup mereka. Mengapa? Sederhana saja, pekerjaan yang mereka miliki dan perusahaan tempat mereka bekerja saat ini tidak akan bertahan dalam jangka panjang.
”Dunia harus berubah, dan para pemimpin adalah orang yang mengubahnya.”
Ini tampaknya merupakan sesuatu yang menakutkan. Tetapi ini juga merupakan sesuatu yang memungkinkan munculnya peluang-peluang yang sebelumnya tidak disadari oleh mereka yang akan mengubahnya! Dengan adanya perubahan, muncullah peluang besar. Pikirkan ini!
Sekarang ini jumlah jutawan dan miliuner jauh lebih banyak dibandingkan beberapa dekade yang lalu. Dan tidak seperti miliuner masa lalu yang sebagian berusia di atas lima puluh tahun, miliuner masa sekarang berusia tiga puluh tahun! Sekarang ini, dengan ide yang inovatif, Anda dapat memiliki bisnis bernilai jutaan dollar dalam waktu kurang dari sepuluh tahun. Lihatlah contohnya, Amazon.com, E-Bay, Oracle, atau Hotmail.
Apakah Anda memiliki perangkat untuk berenang di sungai kehidupan yang berubah secara dinamis ini? Apakah Anda akan mampu mengikuti gelombang zaman yang baru ataukah terjebak pada arus bawah yang mematikan?
Apakah Anda akan seperti sang profesor yang ia pikir tahu segala-galanya, tetapi tenggelam di sungai kehidupan yang nyata? Anda dan saya sama-sama tahu bahwa sukses akademik, pengetahuan, dan kepandaian bukanlah jaminan untuk sukses di zaman ekonomi baru ini. Bahkan, hal-hal tersebut bisa sangat kecil pengaruhnya.
Beberapa orang yang saat ini menggerakan dan menggoyang ekonomi baru adalah orang-orang yang putus sekolah, yang mempekerjakan ”para profesor” untuk menjalankan bisnis mereka. Bill Gates (Microsoft), Larry Ellison (Oracle), dan Richard Branson (Virgin Group) adalah orang-orang yang tidak pernah menyelesaikan sekolahnya.
Walaupun kualifikasi akademik dan pendidikan itu penting, namun tidak mencukupi bagi Anda jika Anda ingin berhasil di zaman yang bergolak ini. Orang-orang yang sukses saat ini bukan yang ber-IQ tinggi atau memiliki gelar-gelar panjang dibelakang namanya. Mereka adalah orang-orang yang memiliki pola-pola keunggulan tertentu.
Pola-pola keunggulan yang saya maksud di sini adalah kemampuan untuk menguasai sumber daya mental Anda dan mengeluarkan kekutan pribadi Anda. ini merupakan satu set keyakinan, sikap, dan perilaku yang dimiliki oleh individu yang secara konsisten akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa.
Ini adalah kemampuan untuk menguasai hidup, mampu mengendalikan kondisi emosi, dan mengeluarkan potensi-potensi terbaik dari dalam diri Anda. ini adalah tentang bagaimana memiliki keluwesan untuk secara konstan belajar (learning), tidak belajar (unlearning), dan belajar kembali (relearning). Ini adalah kemampuan untuk membuat model dan meniru keunggulan orang lain dalam waktu singkat. Dan ini merupakan kemampuan yang secara konstan akan memberi respons dengan cara-cara yang memberdayakan terhadap kejadian-kejadian di sekitar kita.
Mereka tidak memiliki keahlian ”berenang” (para profesor, profesional, atau pun orang biasa) akan terus dikendalikan oleh lingkungan eksternalnya dan diatur oleh ketakutan akan perubahan dan sesuatu yang tidak dapat diduga.
Mereka akan berakhir sebagai korban yang frustasi dan tidak berdaya di tengah-tengah gelombang globalisasi, restrukturisasi, dan perubahan yang dahsyat. Mereka yang bisa ”berenang” dan menaiki gelombang akan mencapai kesejahteraan, kesuksesan, dan pemenuhan melewati batas imajinasi-imajinasi liarnya.
Melalui buku ini, Anda akan belajar cara melengkapi diri Anda dengan pola pikir, keahlian, dan pola-pola perilaku untuk mencapai hal-hal di atas. Anda akan dipersenjatai dengan pola-pola keunggulan sehingga Anda dapat menguasai pikiran Anda dan merancang jalan hidup Anda – bagaimanapun kondisi lingkungan eksternal Anda.

Profil Penulis: Adam Khoo
Ketika di SD (Primary School), dia menempati 10 terbawah dari 160 siswa keseluruhan, karenanya dia ditolak di 6 SMP yang didaftarkan oleh orang tuanya. Kemudian ia dikirim ke Ping Yi, sebuah sekolah negeri yang relatif baru dan belum dikenal orang.
Orang tuanya menjadi panik dan mengirimkan dia pada banyak kursus privat. Tetapi cara itu tidak menolong sama sekali. Akhirnya sampai pada titik dimana mereka kira bahwa satu-satunya cara adalah mengirimkannya untuk belajar di luar negeri. Mereka mengganggap jika dia tetap tinggal di Singapura, di mana sistem pendidikan sangat kompetitif, dia tidak akan memenuhi syarat untuk melanjutkan sekolah ke tingkat lebih tinggi.
Pada saat kemuduran terendah dalam karir sekolahnya, orang tuanya mendaftarkannya dalam program Super-Teen TM.
Dalam program tersebut, ia mempelajari banyak hal, seperti Accelerated Learning, Neuro-Linguistic Programming (NLP) dan keseluruhan pembelajaran otak yang diadaptasikan untuk pelajar,
Dengan perasaan tergugah dan tertantang, dia meninggalkan pelatihan dengan kemampuan belanjar super yang baru diperolehnya, dia merasa siap untuk menuntut haknya untuk sukses. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, dia menetapkan pandangannya untuk mendapatkan nilai A dalam seluruh pelajaran.
Setelah meninggalkan pelatihan, dia sangat bersemangat dan bergairah tentang masa depan. Dia merasa seolah-olah dia dapat melakukan apapun. Sehingga hal pertama yang dia lakukan adalah menetapkan tiga tujuan yang sangat besar. Tujuan pertama dia adalah menyelesaikan sekolah dia dalam satu tahun. Tujuan dia yang kedua adalah belajar sebaik mungkin sehingga bisa di terima di Victoria Junior College (Akademi terkenal di Singapura). Tujuan dia yang terakshir adalah diterima di National University di Singapura dan menjadi salah satu mahasiswa terpandai. Impian yang mustahilkah? Itulah yang dipikirkan oleh setiap orang. Kembali ke rumah dan sekolah, dia menjalankan tindakan. Menempelkan poster motivasional yang dibuat sendiri di dinding kamar. Dia mulai menggunakan strategi belajar yang dia dapat dipelatihan. Dia mulai menulis catatan pelajaran dengan otak seluruhnya dan mulai membaca cepat di depan teman-teman. Ketika diberikan soal oleh guru, dia mampu memjawab dengan cepat dalam urutan yang sempurna, berkat teknik memori super yang telah dia pelajari.
Umumnya, setiap orang menjadi penasaran. Para guru bertanya apa yang telah merasuki dia. Dia menjawab bahwa dia akan menjadi murid terpandai di sekolah. Mereka memandang dia seolah-olah dia sudah gila. Teman-teman sekolah bertanya kemana rencana dia setelah lulus sekolah. Dia menjawab akan masuk ke Victoria Junior College dan kemudian masuk ke National University. Mereka semua tertawa. ‘Itu gila! Tidak ada satu murid pun dari kita yang akan berhasil diterima! Hanya murid-murid dari sekolah terkenal saja yang bisa diterima, bukan kita!’ Bukannya melemahkan semangat, komentar-komentar mereka malah membuat dia lebih bersemangat! Dia berusaha untuk membuktikan satu hal dan merubah sejarah. Bahwa murid yang bodoh dari sekolah yang tidak ‘elit’ benar-benar dapat mencapai semua itu!
Dalam 3 bulan, dia berhasil meningkatkan nilai dari rata-rata 52% menjadi 72%. Hal ini membuat dia naik peringkat dari yang terbawah menjadi rangking 18 teratas di sekolah, semuanya dalam satu tahun yang mengesankan.
Setelah itu dia menjadi peringkat teratas di sekolah (dalam nilai keseluruhan, terbaik dari 6 mata pelajaran terbaik). Dengan 6 nilai ‘A’ dan 8 poin, dan diterima masuk ke Victoria Junior College, sekolah pilihan dia. Dia mendapatkan nilai ‘A’ penuh untuk tiga mata pelajaran terbaik dan diterima ke National University di Singapura (NUS) untuk belajar Bisnis Administrasi.
Mulai dari tahun pertama di universitas, nilai-nilai dia membuat dia mendapat tempat di daftar Dekan (daftar kehormatan) setiap tahun berturut-turut. Dia juga di terima Program Pengembangan Bakat NUS (NUS Talent Development Programme – TDP). Yang merupakan perluasan dari ‘program beasiswa’ yang ditawarkan kepada peringkat 1% teratas di universitas.
Dia memulai bisnis pertama pada umur 15 tahun (event management) dan bisnis kedua (pelatihan dan konsultasi) pada umur 21 tahun dan memasuki bisnis properti dan investasi pada umur 22 tahun.
Dalam waktu dua tahun setelah lulus universitas, pada umur 26 tahun, dia telah berhasil mengumpulkan kekayaan sebesar lebih dari $1,2 juta, mengelola dua bisnis sukses, dan memiliki honor sebagai pembicara sebesar $2.000 per jam.
Dia telah berbicara di hadapan lebih dari 50.000 orang guru, mahasiswa, profesional, manajer dan CEO di bidang belajar cepat dan keunggulan kepribadian.


Penulis:
Adam Khoo dan Stuart Tan
Penerbit:
PT. Indeks Jakarta
Halaman:
461 (+xvi) halaman
Harga:
Rp. 70.000,-

Monday, January 22, 2007

TIPS MENJADI WANITA PALING BAHAGIA DI DUNIA

Setelah Anda membaca buku ini, ucapkanlah selamat tinggal pada kesedihan, tinggalkanlah kegalauan, hindarilah lorong-lorong kesengsaraan, dan menjauhlah dari tenda-tenda keputusasaan serta kegagalan.

Mari mendekat ke mihrab keimanan, ka'bah keakraban dan keceriaan bersama Allah, serta maqam ridha kepada qadha dan qadar-Nya untuk memulai hidup baru dalam kondisi yang dipenuhi kebahagiaan.

Awali hari-hari baru Anda dengan penuh keindahan. Jalani kehidupan tanpa keraguan, kegelisahan, dan keguncangan.

Jelang masa depan Anda tanpa kebosanan, kegetiran, dan keluhan. Pada saat itu Anda akan dipanggil oleh penyeru keimanan, "Andalah yang berada di atas gunung harapan dan lembah keridhaan, dan berbahagialah karena, ANDALAH WANITA PALING BERBAHAGIA DI DUNIA!"

La Tahzan


Jika kita membaca buku-buku self help, buku-buku petunjuk cara hidup, seperti The Magic of Thinking Big (David J. Schwartz) atau How to Stop Worrying and Start Living (Dale Carnegie), kita akan dapatkan petunjuk-petunjuk untuk meraih kesuksesan hidup secara duniawi.

Namun buku La Tahzan yang ditulis oleh seorang ulama besar Dr. 'Aidh al-Qarni ini sarat dengan petunjuk-petunjuk hidup yang penuh dengan nuansa rabbani tanpa mengesampingkan sisi-sisi duniawi. La Tahzan menjadi kata kunci untuk menjalani kehidupan ini dengan penuh semangat, yang tidak dirisaukan oleh masa lalu dan tidak dicemaskan oleh masa depan.

Sebagai salah satu buku kategori pencerahan hati (an-nafsu al-muthma'innah), LA TAHZAN menawarkan terapi yang lebih dekat dengan Al-Qur'an dan Sunnah, ketimbang renunga-renungan reflektif semata.

Buku ini telah melambungkan nama penulisnya, DR. 'AIDH AL-QARNI, seorang doktor dalam bidang hadits yang hafal Al-Qur'an, ribuan hadits, dan juga ribuan bait syair Arab kuno hingga moderen. Dalam usianya yang masih muda, ia telah menjadi penulis paling produktif di Arab Saudi saat ini.

Mata Air Kearifan - Mereguk Ilmu Para Kekasih Allah


Buku ini membuktikan kejelian dan kecakapan al-Tirmidzî dalam mengarungi dimensi batin agama. Tema-tema penting, seperti tauhid, ibadah, tobat, ilmu, hikmah, mukasyafah, makrifat, kewalian, dan lain-lain, dibahas secara ringkas-lugas dan padat-memikat. Tema yang dibahas nyaris mencakup semua aspek spiritualitas Islam. Dikenal piawai menggali makna-makna tersembunyi ibadah, al-Tirmidzî berhasil menggambarkan hubungan timbal-balik antara Khalik dan makhluk; antara Allah dan manusia; antara yang disembah dan yang menyembah; antara ketuhanan dan kehambaan; antara objek makrifat dan yang bermakrifat; antara yang dicintai dan yang mencintai. Inilah panduan berharga bagi orang beriman yang hendak meningkatkan kualitas imannya. Selain mengacu pada Quran dan sunah, setiap uraian senantiasa dilambari analisis bahasa dan dilandasi pengalaman-batin-sang-penulis sendiri.