Showing posts with label Sosok. Show all posts
Showing posts with label Sosok. Show all posts

Thursday, December 15, 2011

Prisia "Srintil" Nasution Si Ronggeng dalam Sang Penari

Nama Lengkap : Prisia Wulandari Nasution
Panggilan : Pia
Tempat/Tanggal Lahir : Jakarta, 1 Juni 1984
Orangtua : Robert Nasution & Siti Sundari
Riwayat Pendidikan :TK Mutiara kak seto, SD budiwaluyo , yapenka,
SMP 68, SMA 34, Northport highschool WA, Swiss German University
Hobby : Basketball, Silat, Oil Painting, Piano, Classical Music, Drawing, Main FTV tentunya
Favorite Books: einstein aja ngga tau, a child called it, five days in paris, comic books, good novels..




Kiprah Prisia Nasution di perfilman tanah air masih terbilang baru. Film yang dibintanginya pun baru satu, Sang Penari. Namun siapa yang menyangka bintang kelahiran Jakarta itu berhasil mendapatkan Piala Citra sebagai Pemeran Wanita Terbaik dalam ajang Festival Film Indonesia (FFI) 2011 di film perdananya.
Artis yang akrab di sapa Pia itu menerima Piala Citra setelah menyisihkan para saingannya seperti Fanny Fabriana (True Love), Salma Paramitha (Rindu Purnama), Dinda Hauw (Surat Kecil Untuk Tuhan) dan Gita Novalista (The Miror Never Lies). Pia pun menyatakan ia tidak pernah menduga akan menerima penghargaan bergengsi ini.
“Masih nggak percaya sih, karena ini film pertama saya dan alhamdulillah langsung dapat penghargaan, ini jadi motivasi untuk kedepannya untuk lebih baik lagi. Aku cukup lama untuk menanti main film, dan penantiannya yang cukup lama itu akhirnya terbayar,” ungkap Pia kepada para wartawan di JiExpo Kemayoran Jakarta.
Selama ini aksi Pia memang banyak terlihat di Film Televisi (FTV) lalu apakah dengan keberhasilan ini Pia akan meninggalkan FTV dan lebih serius mendalami dunia layar Lebar. “Nggak juga, selama ini FTV sangat membantu saya, dan nggak bisa diremehin. FTV memang fun, tapi untuk film memang sangat hati-hati karena saya memang selalu pilih setiap peran yang datang,” paparnya lagi.
Saat ditanya peran apakah yang paling diinginkannya dalam sebauah film layar lebar, Pia dengan tegas menyatakan sangat ingin bermain dalam sebuah film laga. “Aku ingin banget main film laga, karena basic aku memang di situ, tapi ini kok dapet nya yang manis-manis terus, tapi ya udah jalanin aja,” tambahnya.
Penampilan Pia sebagai Srintil di Sang Penari memang mencuri perhatian. Selain berani beradegan cukup berani Pia juga bekerja keras untuk menampilkan karakter seorang Ronggeng yang diperankannya. “Yang paling berat adalah pencarian karakter karena disitulah proses paling ‘berdarah-darahnya’,” pungkas mantan atlet silat nasional itu.

Sumber :
http://www.infoselebindo.com/2010/10/profil-prisia-nasution.html
http://www.21cineplex.com/slowmotion/prisia-nasution-raih-penghargaan-pemeran-wanita-terbaik-ffi-2011,2685.htm

Wednesday, October 12, 2011

Fenomena Ayu Ting Ting "Alamat Palsu"


foto : bujangmusica.blogspot.com
kemana kemana kemana ku harus mencari kemana
kekasih tercinta tak tahu rimbanya
lama tak datang ke rumah
dimana dimana dimana tinggalnya sekarang dimana
 

Ya itulah sepenggal lirik lagu dangdut berjudul ‘Alamat Palsu’, yang dilantunkan oleh Ayu Ting Ting yang kini sedang menjadi sorotan publik di Indonesia. Disebut-sebut di berbagai media massa online, bahwa keberadaan lagu yang dinyanyikannya ‘Alamat Palsu’ tengah merajai tangga ring backtone di Indonesia. Ayu Ting Ting   kian populer di tengah maraknya boyband bernuansa Korean Pop semacam SMASH, Mr. Be, Hitz, Dragon Boyz, atau girlband macam 7 Icon, Cerry Belle, Princess dan lain sebagainya.

Foto :
hot.detik.com
Tanpa goyang seronok dan penampilan seksi, perempuan bernama asli Ayu Rosmalina itu ternyata mampu fenomenal. Kenyataan bahwa kepopulerannya bukan cuma sekedar berita saja. Namun dapat terlihat dan terbukti dari berbagai pemberitaan mengenai sosok artis pendatang baru ini yang selalu ditanggapi secara ramai oleh para pembaca. Lihat saja seperti sebuah pemberitaan mengenai Ayu di situs portal Detihot.com, dimana pada sebuah pemberitaan mengenai sosok Ayu disana tidak kurang ditanggapi oleh 50 orang pembaca.
Menelisik beberapa berita lain mengenai artis Indonesia di Detikhot yang tak jarang sama sekali tidak mendapatkan tanggapan, maka keberadaan pemberitaan Ayu Ting Ting yang notebene adalah seorang artis pendatang baru, telah mencatatkan sebuah fenomena baru di dunia hiburan Indonesia.
Di jagad hiburan, Ayu Ting Ting, yang pernah dibayar Rp 250 ribu untuk menyanyi selama 10 jam, kini honor Ayu Ting Ting pun naik drastis. Puluhan juta harus disiapkan jika ingin mengundang Ayu Ting Ting memberikan hiburan, menyanyikan lagu-lagunya yang kini populer di telinga masyarakat.
Menanggapi atas kepopuleran dirinya atas lagu Alamat Palsu yang dinyanyikannya, Ayu malah mengaku tak menyangka lagunya bisa menanjak dan membuatnya terkenal.
“Sampai sekarang saya nggak nyangka. Keinginan ibu dan ayah tercapai. Dulu liat TV bilang kapan ya seperti itu. Hanya khayalan tingkat tinggi. Merinding saya. Ini kekuasaan Allah,” ujar Ayu seperti yang dikutip dari Detikhot.com

hiburan.kompasiana.com
Lahir di Depok, 20 Juni 1992, Ayu Rosmalina sudah mulai menyanyi semenjak usia 4 tahun. Darah penyanyi diturunkan dari sang ibu yang juga seorang penyanyi, Umi Khalsum. Lantas apa arti “Ting ting” pada namanya sekarang? Usut punya usut ternyata itu diambil dari album pertama Ayu, “Geol Ajep Ajep”. Di dalam album yang dirilis tahun 2007 silam itu, ada lagu yang berjudul “Ting ting”, oleh sang produser kata itu dianggap “menjual” sehingga ia menyarankan Ayu untuk menambahkannya sebagai nama pada saat manggung.
“Karena saya kan masih ting-ting, hahaha. Enggak, jadi awalnya di album pertama saya yang itu ada judul lagu Ting Ting, liriknya gini ‘Saya masih ting-ting dijamin masih ting-ting’. Nah, kata produser saya yang dulu, kenapa Ayu enggak ditambahin ‘Ting Ting’ saja. Lagian itu juga ada di album,” ungkap Ayu seperti dikutip dari Okezone.
Meski amat menyukai dunia tarik suara, Ayu sebenarnya bercita – cita menjadi seorang pramugari. Pramugari dipilihnya karena dia ingin berkeliling dunia, namun tampaknya kenyataan sekarang berbeda dengan cita – citanya. Tapi, dengan ketenaran yang diraihnya sekarang, impian untuk keliling dunia tidak harus jadi pramugari kan, Ayu?



sindikasi.net
bukan.blog-santai.com


Teks sumber : http://hiburan.kompasiana.com/musik/2011/10/02/fenomena-ayu-ting-ting-mewabah-di-indonesia/ dan http://bujangmusica.blogspot.com/2011/10/ayu-ting-ting.html

Monday, September 26, 2011

Warren Buffett

Warren Edward Buffett was born on August 30, 1930 to his father Howard, a stockbroker-turned-Congressman. The only boy, he was the second of three children, and displayed an amazing aptitude for both money and business at a very early age. Acquaintances recount his uncanny ability to calculate columns of numbers off the top of his head - a feat Warren still amazes business colleagues with today. At only six years old, Buffett purchased 6-packs of Coca Cola from his grandfather's grocery store for twenty five cents and resold each of the bottles for a nickel, pocketing a five cent profit. While other children his age were playing hopscotch and jacks, Warren was making money. Five years later, Buffett took his step into the world of high finance. At eleven years old, he purchased three shares of Cities Service Preferred at $38 per share for both himself and his older sister, Doris. Shortly after buying the stock, it fell to just over $27 per share. A frightened but resilient Warren held his shares until they rebounded to $40. He promptly sold them - a mistake he would soon come to regret. Cities Service shot up to $200. The experience taught him one of the basic lessons of investing: patience is a virtue.

Warren Buffett's Education

In 1947, a seventeen year old Warren Buffett graduated from High School. It was never his intention to go to college; he had already made $5,000 delivering newspapers (this is equal to $42,610.81 in 2000). His father had other plans, and urged his son to attend the Wharton Business School at the University of Pennsylvania. Buffett stayed two years, complaining that he knew more than his professors. When Howard was defeated in the 1948 Congressional race, Warren returned home to Omaha and transferred to the University of Nebraska-Lincoln. Working full-time, he managed to graduate in only three years. Warren Buffett approached graduate studies with the same resistance he displayed a few years earlier. He was finally persuaded to apply to Harvard Business School, which, in the worst admission decision in history, rejected him as "too young". Slighted, Warren applied to Columbia where famed investors Ben Graham and David Dodd taught - an experience that would forever change his life.

Ben Graham - Buffett's Mentor

Ben Graham had become well known during the 1920's. At a time when the rest of the world was approaching the investment arena as a giant game of roulette, he searched for stocks that were so inexpensive they were almost completely devoid of risk. One of his best known calls was the Northern Pipe Line, an oil transportation company managed by the Rockefellers. The stock was trading at $65 a share, but after studying the balance sheet, Graham realized that the company had bond holdings worth $95 for every share. The value investor tried to convince management to sell the portfolio, but they refused. Shortly thereafter, he waged a proxy war and secured a spot on the Board of Directors. The company sold its bonds and paid a dividend in the amount of $70 per share. When he was 40 years old, Ben Graham published Security Analysis, one of the greatest works ever penned on the stock market. At the time, it was risky; investing in equities had become a joke (the Dow Jones had fallen from 381.17 to 41.22 over the course of three to four short years following the crash of 1929). It was around this time that Graham came up with the principle of "intrinsic" business value - a measure of a business's true worth that was completely and totally independent of the stock price. Using intrinsic value, investors could decide what a company was worth and make investment decisions accordingly. His subsequent book, The Intelligent Investor, which Warren celebrates as "the greatest book on investing ever written", introduced the world to Mr. Market - the best investment analogy in history.
Through his simple yet profound investment principles, Ben Graham became an idyllic figure to the twenty-one year old Warren Buffett. Reading an old edition of Who's Who, Warren discovered his mentor was the Chairman of a small, unknown insurance company named GEICO. He hopped a train to Washington D.C. one Saturday morning to find the headquarters. When he got there, the doors were locked. Not to be stopped, Buffett relentlessly pounded on the door until a janitor came to open it for him. He asked if there was anyone in the building. As luck (or fate) would have it, there was. It turns out that there was a man still working on the sixth floor. Warren was escorted up to meet him and immediately began asking him questions about the company and its business practices; a conversation that stretched on for four hours. The man was none other than Lorimer Davidson, the Financial Vice President. The experience would be something that stayed with Buffett for the rest of his life. He eventually acquired the entire GEICO company through his corporation, Berkshire Hathaway.

Source : http://beginnersinvest

Friday, September 23, 2011

Astrid Elena

Biodata Astrid Elena
Nama : Astrid Elena I.Y
Tanggal Lahir : 08 Juni 1990
Umur: 20 Tahun
Tinggi: 170 cm
Berat: 51 Kg
Bahasa: Inggris, Spanyol, Mandarin

Astrid berhasil menjadi jawara Miss Indonesia 2011 dengan menyisihkan 31 orang finalis dari berbagai daerah Astrid kontestan asal dari Jawa Timur, setelah ini  Astrid akan mewakili Indonesia dalam ajang Miss World 2011 yang akan dilangsungkan di London, Inggris pada 6 November 2011 mendatang.