Wednesday, November 7, 2012

5 Mitos Utama Investasi di Pasar Modal - Investor Sibuk

Pada tulisan Saya kali ini, Saya mengambilnya dari digital report dan audio mp3 "5 Mitos Utama Investasi di Pasar Modal" yang bisa Anda dapatkan secara gratis di website Investor Sibuk.
Ada 5 Mitos utama mengenai investasi di pasar modal, yakni :
1. Berinvestasi di saham mengandung resiko tinggi
2. Butuh uang dalam jumlah besar untuk berinvestasi di pasar saham
3. Saya tidak punya banyak waktu untuk memantau harga saham
4. Investasi di pasar saham butuh banyak info
5. Main saham adalah cara cepat menjadi kaya

Mungkin dalam tulisan kali ini tidak mungkin Saya bisa membahas semuanya,
Saya akan menjelaskan Salah satunya, yakni "investasi di saham mengandung resiko tinggi". Padahal tidak selamanya demikian.
Apakah benar bahwa berinvestasi saham bersifat "high risk high return"? Jawabannya: tergantung, bisa ya dan bisa juga tidak!

Sebenarnya...resiko dalam setiap hal tergantung dari tingkat pemahaman anda terhadap hal
tersebut. Saya ingin Anda bertanya pada diri Anda sendiri. Sebagai contoh, apakah
menyetir mobil itu berbahaya ?

YA, jika Anda tidak pernah belajar mengemudi dan tidak dapat membaca petunjuk
jalan. Tetapi.... ketika Anda sudah mengerti betul bagaimana cara mengemudi yang
benar dan cara membaca petunjuk jalan, tentunya menyetir akan terasa sangat
mudah dan hampir tidak ada resiko.

Coba Anda renungkan lagi, seandainya keponakan atau anak Anda yang berusia 5
tahun Anda perintahkan untuk menyetir mobil, lalu Anda duduk di sampingnya.
Apakah menyetir mobil itu beresiko ? Absolutely YES! Mengapa?

Karena seorang anak berusia 5 tahun tentunya tidak dapat mengemudi dan membaca petunjuk
jalan. Saya berani jamin, jantung Anda akan berdebar kencang saat Anda
memperbolehkan keponakan/anak Anda yang berusia 5 tahun untuk menyetir dan
Anda duduk di sampingnya.

Sama halnya dengan berinvestasi di bursa saham. Mayoritas investor pada
umumnya tidak memiliki cukup pengetahuan tentang siklus ekonomi, siklus pasar,
dan bagaimana suku bunga , harga minyak, emas, dan ekonomi global berpengaruh
terhadap pergerakan harga saham. Kebanyakan dari mereka hanya memiliki
pengetahuan yang sedikit (low Financial Intelligence).

Jika mereka memiliki pengetahuan, mereka tidak akan mengalami loss yang begitu
besar, sampai-sampai ada yang bunuh diri karena gagal berinvestasi di pasar modal.
Saya sering kaget ketika mendengar orang-orang yang berinvestasi di pasar modal
tanpa ilmu, melainkan berdasarkan feeling/hokkie saja.

Ketika Anda sudah memiliki pengetahuan menyeluruh dalam berinvestasi di pasar
modal dan mengetahui aturan berinvestasi yang aman, investasi tidak lagi terlalu
beresiko. Ketika Anda tahu apa yang Anda lakukan, semuanya akan terasa mudah.

Jadi, investasi di pasar modal lebih cocok disebut dengan sebutan HIGH RETURN WITH
ADJUSTED RISK ! Artinya, Anda tahu berapa persen besar modal yang akan Anda
resikokan.

Namun... tetap saja segala hal yang Anda lakukan memiliki resiko. Saya juga
tidak mengatakan bahwa investasi di saham beresiko rendah. Harus diakui bahwa investasi
di saham tentunya lebih beresiko dibandingkan jika Anda berinvestasi di instrumen perbankan
seperti deposito. Tetapi sekali lagi... resiko bisa Anda kontrol jika Anda tahu caranya !

Demikian dari Saya.....Jika Anda merasa info ini bermanfaat dan ingin mendapatkan tips
dan trik lainnya, Anda dapat mengunjungi website Investor Sibuk
Di sana, Anda dapat memperoleh digital report dan audio book "5 mitos utama di pasar modal" secara GRATIS!
digital report dan audio book ini disusun oleh Ferdie Darmawan, seorang anak muda berusia 21 tahun
yang berbaik hati membagikan pengalaman investasi di tengah kesibukan kuliahnya.

Klik di sini untuk mendapatkannya secara gratis!

1 comment:

Dani Wahyu said...

Thanks infonya. Oiya saya juga nemuin nih beberapa mitos yang bikin kita jadi enggan untuk investasi. Temen-temen bisa cek di sini ya: Mitos yang bikin enggan investasi